Kamis, 04 Agustus 2011

Pesan Sang Ibu

Takkala aku menyarungkan pedang...
Dan bersimpuh di atas dipangkuannya...
Tertumpah rasa kerinduanku pada sang ibu...
Tangan nya yang halus mulus membelai kepalaku....
Bergetarlah seluruh jiwa ragaku...
Musnahlah seluruh api semangat juangku....
Namun sang ibu berkata...

"Anakku sayang...
Apabila kakimu sudah melangkah ditengah padang...
Tancapkanlah kakimu dalam-dalam...

Dan tetaplah terus bergumam..
Sebab gumam adalah mantra dari dewa-dewa...
Gumam mengandung ribuan makna...
Apabila gumam sudah menyatu dengan jiwa raga...
Maka gumam akan berubah menjadi teriakan-teriakan...
Yang nantinya akan berubah menjadi gelombang salju yang besar...
Yang nantinya akan mampu merobohkan istana yang penuh kepalsuan...
Gedung-gedung yang dihuni kaum munafik...

Tatanan negeri ini sudah hancur anak ku...
Dihancurkan oleh sang penguasa negeri ini...
Mereka hanya bisa bersolek di depan kaca...
Tapi membiarkan punggungnya penuh noda...
Dan penuh lendir hitam yang baunya kemana-mana...

Mereka selalu menyemprot kemaluannya dengan parfum luar negeri...
Diluar berbau wangi... Didalam penuh dengan bakteri...
Dan hebatnya...
Sang penguasa negeri ini... Pandai bermain akrobat...
Tubuhnya mampu dilipat-lipat....
Yang akhirnya...
Pantat dan kemaluannya sendiri mampu dijilat-jilat...

Anak ku...
Apabila pedang sudah kau cabut...
Jangan lah surut...
Janganlah bicara soal menang dan kalah...
Sebab menang dan kalah hanyalah mimpi-mimpi...
Mimpi-mimpi muncul dari sebuah keinginan...
Keinginan hanyalah sebuah khayalan...
Yang hanya akan melahirkan harta dan kekuasaan...
Harta dan kekuasaan hanyalah balon-balon sabun yang terbang di udara...

Anakku...
Asahlah pedang mu...
Ajak lah mereka bertarung ditengah padang...
Lalu...
Tusukkan pedang mu di tengah-tengah selangkangan mereka...
Biarkan darah tertumpah di negeri ini...
Satukan gumam mu...
Menjadi revolusi.....

PESAN SANG IBU by SATOE BOEMI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar